Sabtu, 18 Juni 2011

Playgirl -Cerpen-

Hallo B) jumpa lagi dengan saya Shasha Marica hey hey (?) Shasha Marica Cantik B) kali ini saya akan membawakan sebuah cerpen yang hhmmm bisa dibilang jelek~ cerpen ini mengisahkan Emak saya dan Babeh saya (re: Senin dan Aping) langsung aja deh, tanpa banyak bacot, bekicot eh maksudnya cekidot~




"pagi anak-anak..."sapa seorang guru yang masuk kekelas bertuliskan XI.2.

"pagi bu..."sapa balik semua penghuni kelas tersebut.

"anak-anak, hari ini kita kedatangan siswa baru, silahkan nak masuk..."kata guru itu dan menyuruh seorang anak masuk kekelas itu, ternyata seorang anak Laki-laki dengan style rambut harajukunya, gayanya terlihat cool saat memasuki kelas, ya paslah dengan wajahnya yang ganteng. Semua penghuni kelas tersebut terdiam seketika,terkecuali anak perempuan, mereka berbisik-bisik entah apa yang mereka bisikan,anak Laki-laki itu tidak tau.

"coba nak kamu perkenalkan namamu.."suruh guru itu. Anak Laki-laki itu mengedarkan matanya kesemua penjuru kelas, lalu menghela nafas panjang.

"perkenalkan nama saya Aping Jonathan,saya dari ParodiLand(?),terima kasih."ucapnya singkat.setelah itu guru itu pun menyuruh Aping duduk disebelah seorang anak Laki-laki seumuran Aping.

"Hay, kenalin nama gue Panci, salam kenal ya."sapa teman sebangku Aping.

"gue Aping,senang bisa sebangku sama lo."jawabnya singkat lagi.



-----



"mau ke kantin ga Ping???"tanya Panci saat bel istirahat berbunyi.

"boleh deh." Aping dan Panci pun pergi meninggalkan kelas yang sudah agak sepi.


Aping dan Panci melintas dikoridor sekolah yang sudah ramai sekali dengan murid-murid lainnya. Tapi langkah Aping terhenti saat melihat salah satu perempuan yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya. Gerakannya saat berjalan seperti Miss world 2054 (?), Perlahan tapi pasti,Senyumnya juga selalu terkembang lebar dibibirnya.sepertinya Perempuan itu sedang menggoda anak Laki-laki yang ada disekitar koridor. Aping melihat kearah anak Laki-laki yang ada disekitar koridor,semua anak-anak Laki-laki tersebut sepertinya terpanah akan kecantikan Perempuan tersebut. Itu terbukti dari salah satu anak laki-laki yang sedang berjalan, matanya tertuju hanya pada anak Perempuan itu dan kedua temannya, karena tidak hati-hati akhirnya laki-laki itu menabrak dinding *MPOSS LO!* (?). perlu diakui Perempuan itu mempunyai wajah yang menarik,dia cantik.sepertinya Gadis itu senang tebar pesona terhadap anak Laki-laki.





"Ping, jangan terpesona sama cewe kaya gitu."kata Panci yang berjalan didepan Aping.

"emang kenapa???"tanya Aping ga ngerti.

"jangan pernah lo deket sama tuh cewe, nanti lo bakal nyesel."katanya lagi. Aping makin ga ngerti maksud perkataan Panci. Panci melirik ke arah Aping yang sepertinya sedang berfikir keras.

"udah jangan dipikirin,ayo kita ke kantin nanti keburu masuk loh."saran Panci. Aping hanya mengangguk.



- Keesokan Harinya -



Aping segera turun dari mobilnya menuju koridor sekolahnya. Aping melewati koridor sekolah dengan gayanya yang santai dan cool. Banyak anak-anak perempuan yang terpanah dengan keberadaan Aping disana, ada yang cengo kaya sapi ompong, ada yang senyam-senyum sendiri, ada juga yang teriak-teriak kaya lagi nonton pertandingan bola.Hal itu membuat Aping takut sendiri, karena sebelumnya dia tidak pernah diperlakukan seperti ini, diteriaki, diperhatiin, Atau bahkan mempunyai Fans disekolahnya yang dulu. Aping berjalan memasuki kelasnya dan duduk dibangkunya. Dia lirik kesebelah bangkunya, huufftt ternyata Panci belum datang. Aping berdiri kembali dan berniat ingin ke kantin. Aping hanya diam termenung di Kantin sambil memainkan HandPhonenya. Tiba-tiba terdengar suara perempuan datang dan menyapanya.

"Hay..."sapa perempuan itu. Aping mengangkat wajahnya yang sedari tadi hanya menunduk. Aping melihat disekelilingnya, tapi kantin terlihat sepi cuma ada dirinya dan beberapa anak yang lagi sarapan.

"lo nyapa gue??"tanya Aping dengan tampang polos. Perempuan itu hanya mengangguk dan tersenyum.

"nih cewe ngapain deh kesini,ntar tebar pesona lagi didepan gue."batin Aping.

"hhhmm boleh gue duduk sini???"tanya perempuan itu. Aping hanya mengangguk tapi mata nya tidak berpaling dari layar HandPhonenya.

"anak baru ya disekolah ini???"tanya perempuan itu lagi.

"iya, emang kenapa???"kata Aping sedikit dingin.

"engga kenapa-napa kok."jawabnya ramah. Aping mengangkat wajahnya lagi dan memandang gadis yang ada didepannya. Ya memang harus Aping akui gadis itu cantik dan menawan, tapi Aping teringat kembali omongan Panci "jangan dekat-dekat sama cewe itu,atau engga lo bakalan nyesel." sungguh Aping tak pernah mengerti maksud Panci yang satu ini. Hmm oke mulai saat ini Aping akan berusaha ramah pada perempuan itu, toh dia keliatannya baik, jadi apa salahnya.

"Lo kelas berapa???"tanya perempuan itu. Aping memasukkan HandPhonenya kedalam saku celananya dan memandangi gadis itu.

"gue kelas XI.2, lo kelas berapa??"tanya Aping balik, sepertinya Aping mulai bersemangat untuk mengobrol dengan perempuan itu.

"gue kelas XI.4, oh iya kenalin gue Senin."kata perempuan itu yang bernama Senin sambil mengulurkan tangan kanannya.

"gue Aping."balas Aping seraya menerima uluran tangan dari Senin. Mereka berdua terlihat sangat akrab, sesekali dari mereka tertawa. Dan sesekali juga Senin menggoda Aping dengan kata-kata yang bisa bikin ngefly *emak gue lebay*.

"Aping, lo emang asalnya dari mana sih??? Kok ganteng banget."tanya Senin.

"hehehe bisa aja lo Nin."ucap Aping malu-malu.

"bener kok, gue serius."kata Senin memasang muka serius didepan Aping.

"hah??? Gue dari ParodiLand(?), emang gue ganteng pada ngeliat dari apanya sih?? Biasa aja menurut gue."jelas Aping sambil melihat dirinya dari atas sampe bawah.

"lo itu beda Ping dari yang lain. Lo itu bisa dibilang perfect deh dari cowo lain, liat dong dandanan lo, mirip musisi terkenal tau, ganteng, trendi, cool, keren, apa coba yang kurang."puji Senin. Aping hanya tersenyum.

"dan pas banget buat dijadiin koleksi gue."ucap Senin keceplosan. Senin langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Aping hanya mengerutkan keningnya, pertanda dia tidak mengerti dengan ucapan gadis yang baru saja dia kenal.

"lo tadi ngomong apa??? Koleksi??Maksudnya??"tanya Aping berturut-turut.

"hhmmm maksudnya, koleksi boneka gue dirumah udah banyak iya iya..."elak Senin asal. Aping mengerutkan keningnya lagi, aneh satu kata yang terlintas dipikirannya, dari tadi mereka ngomongin soal kegantengan Aping kenapa Senin jadi nyambungnya ke koleksi bonekanya???.



"Aping..."panggil Panci. Aping dan Senin menengok.

"apa yo???"tanya Aping singkat.

"kemana aja lo?? Gue cariin ga ada."kata Panci dan melirik kearah gadis yang didepan Aping. Panci pun mendekati Aping.

"ngapain lo deket-deket nih cewe??? Lo suka ya sama nih cewe???"tanya Panci setengah berbisik. Padahal si Senin denger loh walaupun ga terlalu jelas.

"jawabnya entar aja ya dikelas, pertanyaan lo banyak banget sih."kata aping, mungkin maksud Aping biar Senin ga sakit hati sama omongannya nanti.

"yaudah ayo kekelas, dikit lagi masuk loh."ajak Panci.

"hay Nci..."sapa Senin ramah.

"iisshh, sok manis lo..."ucap Panci dingin lalu menarik tangan Aping kekelas.

"gue ke kelas dulu ya Nin..."pamit Aping setengah berteriak. Senin hanya mengangguk lalu menghembuskan nafas panjang.

"si Panci kenapa sih, jutek banget sama gue. Huufft untung aja tadi ga kedengeran, oke sasaran selanjutnya Aping Jonathan, dari kelas XI.2 hahaha."kata Senin dan berlalu meninggalkan kantin.



-Di Kelas XI.2 saat Pelajaran Berlangsung-



"Ping, ngapain sih lo deket tuh cewe???"tanya Panci setengah berbisik.

"tadi gue cuma kenalan doang kok sama dia, tenang aja, emang kenapa sih??"jelas Aping sambil menuliskan beberapa rumus-rumus aneh yang ada dipapan tulis.

"hhmmm gue bingung ceritanya dari mana ya???"tanya Panci bingung.

"ceritanya dari Blok M terus belok kiri -.-"celetuk Aping. "ayo dong cerita."pintanya.

"okokok, gue cerita, Senin itu anaknya cantik,manis,imut, dan..."belum juga panci selesai ngomong tapi langsung dipotong sama Aping.

"stoopp, kalo itu gue tau, masalahnya dimana coba??"kata Aping yang udah ngebet banget denger cerita Panci.

"makanya jangan asal potong aja -,-"omel Panci. Aping hanya cengengesan.

"jadi Senin itu anaknya cantik, manis, imut, dan hhhmmm PLAYGIRL.."jelas Panci dengan memberi penekanan pada huruf yang di CapsLock. Aping yang mendengar pengakuan Panci itu langsung kaget.

"AAAPPPPAAA!!!"seru Aping sekencang-kencangnya. Semua murid yang lagi menulis pun melihat kearah Aping dan Panci. Bu Guru pun sama.

"Aping, ada apa kamu??? Kenapa kamu teriak-teriak???"tanya Bu Guru.

"ga ada apa-apa kok Bu, tadi saya lagi latihan drama aja Bu, buat lomba 17-an nanti."jawab Aping asal. Panci hanya cekikikan. Bukan hanya Panci, tapi seluruh anak-anak.

"loh?? 17-an kan masih lama Aping, latihan dirumahkan bisa."kata Bu Guru. Aping hanya cengengesan.

"hehehe, maaf deh Bu, saya nulis lagi ya Bu."ucap Aping dan langsung berkutat pada buku tulisnya lagi.



- Kantin -



"Nci, emang bener kalo Senin PlayGirl??? Tau dari mana lo???"tanya Aping ga percaya.

"lo perlu bukti??"tanya Panci.

"gue ga percaya aja, Senin orangnya baik kok, tadi aja dia ramah banget sama gue."bela Aping.

"ckckck, Aping Aping, itu semua cuma topeng dia aja, asal lo tau ya, gue dingin sama dia itu gara-gara dia."

"emang lo diapain???"

"gue....... di duain.." Aping langsung mangap selebar-lebarnya. Panci yang merasa terganggu dengan bau mulut Aping yang baunya melebihi bau badannya Kepiting Rebus Cina Blangsak #eh._.v langsung menyumpal mulut Aping dengan roti yang tadi dia beli diwarung kantin.

"biasa aja Aping Jonathan.."

"maaf, bener lo diduain, kok bisa??"

"ya awalnya dia deketin gue gitu, bilang gue ganteng, manis, ya pokoknya muji-muji gue deh, terus sekitar 2 minggu berikutnya, dia dateng nembak gue, karena gue juga suka sama dia jadi gue terima..."cerita Panci.

"eh, tunggu tunggu, tadi katanya lo diduain, mana buktinya??"tanya Aping disela-sela cerita Rio.

"entar dulu cacing, gue lagi narik nafas dulu, lama-lama ngajak ribut juga ya lo..."kata Panci emosi. Aping hanya cengengesan.

"2 minggu gue jadian sama Senin, gue denger dari anak-anak kalo Senin punya pacar lagi selain gue, awalnya gue ga percaya, dan beberapa hari kemudian gue ngeliat dia lagi jalan sama Gabniel anak kelas XI.5 di Mall, ya waktu itu gue lagi nganterin Nyokap gue belanja,tanpa sengaja ngeliat mereka berdua lagi jalan sambil pegangan tangan.besoknya disekolah gue tanya ke Senin, dia bilang kemaren dia ga ke Mall, tapi dia pergi les ballet.Mulai saat itu hubungan gue sama Senin jadi merenggang, dan yang lebih parah lagi, waktu gue lagi di taman belakang, gue ngeliat Senin sama Gabniel hampir kissing *emaak, maafkan anakmu ini :3*, dan disitu juga gue minta putus sama Senin, 3 hari setelah itu, gue liat Senin lagi jalan sambil pegangan tangan sama Kepin, anak kelas XI.1, dan besoknya lagi gue liat dia dianterin pulang sekolah sama Gabniel, aneh kan?? Kalo lo ga percaya, tanya deh sama anak-anak sekelas, pasti diantara mereka, juga pernah diduain si Senin, kata salah satu temen deket gue si Shasha, mantan dia sampe saat ini ada sekitar 12 orang, dan 4 diantaranya masih dalam berstatus pacaran. Emang lo mau jadi yang ke 13??"Panci pun mengakhiri ceritanya.

"enak aja, ga mau gue.."kata Aping. "gilaa, itu sih udah parah banget, 12 orang udah pernah jadi pacarnya ckckckck.."lanjutnya.

"makanya itu gue benci banget sama dia."

"Nci, masuk yuk udah bel tau."ajak Aping. Panci hanya mengangguk dan berdiri. Saat melewati kelas XI.1 Aping dan Panci melihat Senin yang sedang ngobrol dengan Kepin sambil berpegangan tangan. Senin yang sadar akan adanya Aping, langsung melepas genggaman tangannya dari tangan Kepin.

"kamu kenapa sih Nin, kok dilepas???"tanya Kepin bingung.

"hah?? Engga, apa-apa kok.."jawab Senin lalu melirik kearah Aping. Tapi Aping cuek aja dan tetap berjalan.






- 1 Minggu Kemudian -




"Apingg..."panggil Senin. Aping menengok kebelakang,lalu jalan kembali.

"gue mau ngomong sama lo.."kata Senin to the point. Tapi Aping tetap saja berjalan menjauhi Senin. Senin langsung berjalan menyamai langkahnya dengan Aping.

"Ping, lo tau ga gue itu kangen banget loh sama lo."kata Senin sambil mencoba menyamakan langkahnya dengan langkah Aping.

"terus gue peduli gitu??"ucap Aping tidak peduli dan terus berjalan.

"Ping, lo kenapa sih??? Marah sama gue??"tanya Senin. Aping hanya diam.

"jawab dong Ping..."desak Senin.

"gue ga marah sama lo."ucap Aping dan berhenti berjalan.

"Ping, gue mau jujur sama lo."kata Senin dan menggenggam tangan Aping. Aping hanya diam.

"gue sayang Ping sama lo, gue cinta Ping sama lo. Lo mau ga Ping jadi pacar gue??"jelas Senin dan menatap mata Aping dengan dalam. Tiba-tiba Aping melepaskan genggaman tangannya.

"ga ketauan sama cowo lo ??"tanya Aping spontan. Senin langsung bengong,tidak mengerti maksud Aping.

"hahaha Aping Aping, gue ga punya cowo lagi."elak Senin seraya tertawa kecil.

"bohong, si Kepin emang siapa lo???"tanya Aping, Senin langsung diam tak bersuara.

"hhmmm Kepin, hhmm dia teman deket gue."bohong Senin lagi.

"haha, masa kalo temen sampe pegang-pegangan tangan, ga malu apa lo??atau emang ga punya malu???"tanya Aping sedikit menyindir.

"maksud lo apa sih Ping?? kok lo jadi ngejelek-jelekin gue"omel Senin.

"gue bukan ngejelek-jelekin lo kok, tapi semua yang tadi gue sebutin itu bener kan???"

"maksud lo gue pacaran gitu sama Kepin, dan gue nembak lo cuma buat gue jadiin selingkuhan doang, itu maksud lo??? Gue ga pernah Ping punya maksud kaya gitu ke lo."tanya Senin dan air mata Senin pun tidak dapat terbendung lagi.

"Bohong,gue tau semua tentang lo. Gue tau semua kebusukan lo. Udah deh jangan nyembunyiin semuanya dari gue. jangan harap lo bisa dapet cinta gue, meski pun lo maksa gue, gue akan tetap berpikiran sama karena lo itu Playgirl bisanya cuma bikin temen gue sakit hati."omel Aping didepan mata Senin. Senin hanya menangis sejadi-jadinya. Tiba-tiba terdengar tawaan dari beberapa orang. Senin mengangkat wajahnya betapa terkejutnya Senin, ternyata sudah banyak siswa yang melihat adegan antara Senin dan Aping.

"hey guys, liat deh masa Playgirl cap jengkol nangis,, cup cup cup jangan nangis dong.."ledek seseorang yang sudah tak asing lagi siapa lagi kalo bukan Panci. Semua siswa yang melihat kejadian itu langsung tertawa sekeras-kerasnya (emang lucu apa, orang emak gue lagi nangis malah diketawain -,-v). Sedangkan Senin malah terus menangis tanpa memperdulikan lingkungan sekitarnya.

"apa sih salah gue ke lo semua??? Jahat banget sih kalian ke gue hiks hiks hiks...."ucap Senin terisak.

"lo belom nyadar apa salah lo??? Dasar ga tau malu hahaha."kata salah satu siswa dan dia pun langsung tertawa dan diikuti siswa lainnya.

"wooyy semuanya diam..."seru Panci. Siswa-siswa yang sedang tertawa pun langsung diam. Panci pun menyuruh semua siswa yang ada disana pulang. Dengan berat hati semua siswa pun pulang meninggalkan sekolah.

"hhmmm, sebelumnya gue mau jujur, sebenarnya yang ngerencanain semua ini gue.."jelas Panci. Senin makin menangis kencang.

"kenapa sih Nci, lo lakuin ini ke gue?? Sakit hati gue Nci, diledekin sama semua anak-anak kelas XI.2 gue malu Nci...gue malu..."seru Senin dan masih dalam keadaan menangis.

"tapi rasa sakit lo ga separah apa yang gue rasain, gue sakit hati Nin pas lo gandeng tangannya Gabniel, gue sakit hati saat lo berduaan di taman sama Gabniel, lo ga pernah rasain itu kan??? Gue juga malu Nin saat temen-temen gue bilang kalo lo jadian sama Gabniel, lo ga pernah kan ngerasain itu semua??? Engga kan??”jelas Panci menahan emosi yang sudah memuncak.

“maafin gue Nci..”ucap Senin lirih.

“udahlah ga ada yang perlu dibahas lagi, ini juga salah gue. Seharusnya dari awal gue udah tau kebusukan lo.”kata Panci dan berjalan menjauh dari Senin.

“makasih ya sebelumnya udah mau muji-muji gue, tapi gue ga akan percaya meski lo maksa-maksa gue, karena sekali PlayGirl tetep PlayGirl. Gue harap dengan kajadian hari ini lo bisa berubah lebih baik dari sekarang. Hhmm gue pulang dulu ya..”ucap Aping dan pergi menyusul Panci. Senin masih menangis dan terduduk di koridor sekolah seorang diri.


yeaah cerpen ga jelas ini akhirnya selesai juga u,u maaf buat tokoh-tokoh yang tanpa sepengetahuan anda, saya masukan namanya kedalam sebuah cerpen request-an Emak saya ._.v Maaf juga buat Emak dan Babeh saya, karena dicerbung ini kalian tidak menyatu seperti pasta dan saus la fonte, pasangan semua pasta~ (?) Sekian dari saya. Wassalam~

Sedikit Tentang Marsha Karuan B)

Hallo._. Saya Marsha Karuan. Biasanya sih dipanggil Shasha, tapi ada juga yang manggil saya Mumun -_- oke lupain yang tadi (?) Saya hanya seonggok parodi dari seorang Marsha Aruan. You know Marsha Aruan?? O.o kalo engga tau, silahkan ya cari di mbah gugel :) Saya di kenal sebagai bajak laut paling Ganteng dan Cantik se Parodi Land *nutupsatumata*. Mengapa saya disebut bajak laut?? Hanya Tuhan, Saya, dan Kepiting Rebus asli dari Cirebon yang tau.-. Saya mempunyai sebuah keluarga kecil yang mencoba bahagia._. Emak saya tukang kalender yang sering mangkal di amperan pasar senen (@senindyanrshlk), Babeh saya tukang emping yang sering jualan di pinggiran pasar loak (@9apingnosztaCR7) dan Kakak saya tukang kepiting rebus asli dari cirebon yang sering jualan di amperan taman lawang (@kepitingpegitu)._. Next~

oh iya, masalah pacar?? Saya belum punya pacar u,u adanya calon suami *poke* @kevinstrifegitu B) Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf._. Mau tau saya lebih lanjut?? FOLLOW @MARSHAKARUAN dan FOLLOW @MARSHAARUAN B) Salam Ganteng dan Cantik dari saya *lambailambai* *alakatemidellton*

Tertanda
-Shasha Cantik bin Ganteng B)-