Rabu, 03 Agustus 2011

Sepenggal Kisah di SMA - Cerpen Parodi -

Haaayyyy.___. Gue mau ngepost cerpen nih u,u jangan salahkan saya kalo ceritanya ngawur yaa :3 buat tokoh-tokohnya liat aja yee sendiri.__.v oke cekidoott deh .___.



seorang lelaki yang sedang terduduk diatas kasurnya. Kepin, yap Kepin Komodo Putro lengkapnya. Remaja berusia 18 tahun yang lahir dari keluarga yang super sibuk. Sehingga hanya kepada temannya dan orang terdekatnya lah dia mengekspresikan dirinya.

Yang sedang dia lakukan saat ini adalah merenungkan masa lalunya.........


Kepin V.O.P


Kenangan yang tak terlupakan, memberikan pelajaran yang begitu sangat berarti. Mempunyai teman-teman yang selalu menemani, diantara kekonyolan kami, kenakalan kami, dan kelakuan buruk kami.....


Tok.. Tok.. Tok...


"permisi den Kepin, ada telpon dari non Senin"kata pembantu Kepin yang membuyarkan lamunannya.

"Senin?? Mau ngapain??"batinku. Aku pun segera mengangkat telepon dari Senin.


Kepin: " Hallo."
Senin: " hallo Kepin! Apa kabar pin?? Udah lama ya kita engga ketemu, kangen deh haha."
Kepin: " hmm anda siapa ya?? Kayaknya salah orang deh."
Senin: " Kepin jangan jail deh, asal lo tau ya, lo itu ga pinter ngebohong."
Kepin: " heh? Iya iya -,- ada apa sih??"
Senin: " eh Pin, lo sering ketemu sama temen SMA kita engga??"
Kepin: " baru kemaren gue ketemu sama Aping di Toko buku."
Senin: " gue juga baru 3 hari yang lalu ketemu sama Ipe."
Kepin: " eh, tunggu-tunggu, tadi kata lo siapa??"
Senin: " si Ipe lho, yang manis itu. Dia titip salam buat lo."
Kepin: " ohh, kalo lo ketemu dia lagi, salam balik ya. udah dulu ya Nin bye." Aku pun langsung memutuskan pembicaraanku dengan Senin.


Aneh juga ya, kalo mengingat nama Ipe membuatku kembali teringat dengan kejadian 3 tahun yang lalu.....




-Flashback-




"SEEERRRAANGGG!!!"Aku mengomandoi beberapa anak SMA AYAM BERTELUR (?). Ya tawuran, itulah yang sering ku lakukan dengan teman-temanku. Tawuran antara sekolahku (re: SMA AYAM BERTELUR) dengan sekolah tetangga. kegiatan seperti ini sudah sering sekali ku lakukan dengan teman-teman seperjuanganku, tapi entah kenapa, kali ini aku yang menjadi korbannya...



"Kepin.. Kamu udah sadar nak??"tanya seorang wanita paruh baya yang ada disampingku.

"Kepin dimana??"tanyaku. Aku berusaha untuk bangun, tapi apa daya tangan tak sampai (?).

"jangan bangun dulu nak, kamu harus banyak-banyak istirahat."larang Mamaku.

"kamu dirumah sakit nak, tadi kamu jadi korban tabrak lari eh maksudnya korban bunuh diri eh salah lagi maksudnya korban perkelahian (?).-."lanjut Mama seraya mengeluarkan airmatanya.

"Ma.. Jangan nangis ya.. Kepin ga apa-apa kok."lirihku. Mama pun mencoba tersenyum dan menghapus sedikit airmatanya. kalo boleh jujur ya, tapi sayang aku ga boleh jujur sama penulisnya (?) Aku paling benci jika harus ngeliat orang yang aku sayang menangis...



_TAHUN AJARAN PERTAMA_



Beberapa minggu kemudian setelah peristiwa itu, Papa ku menyarankan ku untuk pindah sekolah. Di sekolah inilah Aku bertemu dengan dirinya...




_SMA PAWANG GORILA (?)_




Baru saja aku menginjakan kaki di sekolah ini tiba-tiba saja terdengar suara bel masuk berbunyi....


"cepetan!! Nanti kita telat!!"ucap cewek itu pada temannya dan kemudian mereka berdua berlari-lari kecil mengarah ke koridor sekolah.


"udah masuk ya?? Cepet banget!"gumamku.


"KREEKKK.."bunyi apa tuh?? Gorilanya Panci nangis ya?? O.o hhmmm ternyata bunyi sebuah benda yang terinjak olehku.

"eh, apa nih?? Gue kira duit."aku pun mengambil benda kecil yang baru saja aku injak.

"ternyata bros bunga. Pasti punya cewek yang tadi deh."batinku. Ku masukan bros bunga itu kedalam saku seragam sekolahku, dan dengan cepat ku pergi menuju kelas baruku.




_S.K.I.P_



Hari pertama ku disekolah baruku. Hhmmm tidak ada yang istimewa bagiku. Untuk mengisi rasa jenuhku, saat istirahat aku pun mencoba berkeliling sekolah sendirian.


"eh, cewek itu kayaknya pernah liat deh."Aku melihat seorang gadis manis sedang mengobrol dengan temannya, aku pun mencoba menghampirinya.

"ehhmm, permisi.. Apa ada yang merasa kehilangan bros bunga seperti ini??"tanyaku seraya mengeluarkan bros bunga yang tadi pagi ku injak dikoridor sekolah.

"itu punya gue."jawab cewek manis itu yang setau ku namanya Ipe. "yah patah.."lirihnya. Terlihat raut kekecewaan diwajahnya.

"hehe, maaf ya.. Ga sengaja ke injak."kataku dengan watados (re: wajah tanpa dosa).-.

"ehhmm, makasih ya.. Permisi.."ucapnya dan langsung pergi meninggalkan aku dan temannya.

"Heey!! Maaf ya kalo patah. Gue kan ga sengaja. Jangan marah dong.."seruku.

"heh, lo ga tau. Bros yang lo injak itu pemberian Ibunya yang baru meninggal 2 bulan yang lalu."maki seorang cewek, sebut saja dia Dindin, sahabat Ipe.

"ya gue kan ga sengaja.."

"ya terserah lo deh, gue ga mau tau derita lo...(?)"serah Dindin dan pergi mengejar Ipe.

"hufft.. Pantes aja kalo si Ipe marah.."batinku. Sekarang diriku dihantui rasa bersalah (?) (lebay nih -_-)



-------



sebulan sudah Aku bersekolah di SMA PAWANG GORILA._. dan sebulan sudah aku berteman dengan Panci, Panu, dan Ojy. Setelah kejadian yang waktu itu bersama Ipe (?), Aku diajak Panci, Panu, dan Ojy untuk menjadi bagian dari mereka. Dengan senang hati Aku terima ajakan itu. dan sekarang, kami sahabatan. (yaelah baru sahabatan aja bangga -,- belom pacaran #eh.-.v)


Bel istirahat berbunyi.... Panci mengajakku, Panu, dan Ojy untuk berkumpul di kantin.



_Di Kantin_



"Pin, malem minggu kita kumpul yukk. Mau ga?"ajak Panu.

"ehhmm, boleh deh, lagipula kita udah lama ga kumpul."Aku pun menerima ajakan Panu."lo berdua ikut kan??"tanyaku pada Panci dan Ojy.

"iya iya.. gue ikut."jawab Panci. Sedangkan Ojy hanya mengangguk sambil menyeruput es jeruk yang ada didepannya.




_S.K.I.P_


saat malam minggu #eaeaea.....


"Bi, engga usah nungguin Kepin pulang ya, kunci aja pintunya, kalo Bibi takut, tidur aja di kamar Pak Bejo.-."suruhku pada pembantuku yang bernama Bi Sutinem._.

"Iya den.."jawab Bi Sutinem singkat.


Aku pun pergi meninggalkan rumahku dan menuju kearah tempat persembunyianku selama aku menjadi buronan karena telah mencuri kepiting tetangga(?). Sesampainya disana sudah ada Panci, Panu, dan Ojy yang sedang bermain kartu remi sambil menghisap sebatang rokok.__.v (mohon ampuni saya nyai -_-v) Aku pun segera bergabung dengan mereka. Malam ini aku bersenang-senang dengan Panci, Panu, dan Ojy. Sudah beberapa bungkus rokok kami habiskan (mohon ampun lagi ya nyai T.T) ya, inilah kehidupan remaja sekarang, merokok sudah menjadi hal yang biasa bagi para mereka.-.v




- TAHUN AJARAN KEDUA -




hari ini aku sangat tidak bersemangat untuk sekolah. Ku berjalan melewati koridor sekolah dengan langkah gontai. Sepanjang jalan yang kulakukan hanya melamun.


"Missii... Jangan ngalangin jalan dong.."terdengar suara seorang cewe yang membuyarkan lamunanku.

"eh, maaf ya.. Ehhmm lo Ipe kan??"tanyaku sambil menyeimbangi langkahnya.-.

"yap, masih inget sama gue pin? Haha yaudah ya gue duluan.."pamit Ipe sambil tersenyum dan dengan cepat dia berjalan kearah ruang guru.

"engga tau kenapa setiap ngeliat senyuman Ipe bikin hati lega ya.-.v"pikirku.


sejak kejadian itu aku mulai berfikir jernih(biasanya butek,soalnya minum air got terus._.)Aku mulai merubah sifatku menjadi lebih baik. Mulai dari tidak mengikuti tawuran sekolah lagi,sampai perlahan-lahan aku melepaskan ketergantunganku dari rokok._.v


-------



"Pin, gue beli cincin buat genk kita.-."kata Ojy saat jam istirahat sedang berlangsung.

"cincin apaan sih?? Cincin kawin??"tanyaku cuek.

"bukan dodol, ini tuh cincin persahabatan. Gue pake, lo pake, Panci pake, Panu juga pake. Persahabatan kita ga akan putus."jelas Ojy. Aku pun memakai cincin itu._.

"thanks bro, gue yakin persahabatan kita ga akan berakhir seperti hubungan anang syahrini (?)"ucapku.

"iya, persahabatan kita kan kayak hubungan antara anang dan aurel :3 (?)"lanjut Panci.

"bukannya hubungan anang ashanty??"tanya Panu.

"udah udah, gue lagi males nih, abis ini pelajaran Pak Tukinem._. Kita bolos yokk"ajak Ojy.

"ayook deh, gue lagi males juga nih, lagi juga gue belom ngerjain tugas dari Pak Tukinem."ujar Panu.

"gue.... Hhmm ikut deh, lo Pin ikut ga??"tanya Panci padaku. Aku pun hanya mengangguk aja._.



Saat Pelajaran Pak Tukinem.......



"aman! Satpamnya lagi dipanggil Kepsek.."kata Ojy.


Satu-satunya jalan keluar adalah dengan memanjat tembok belakang sekolah, dan terpaksa kami berempat harus memanjat._.


"lo yakin nih kita harus manjat??"tanyaku ragu. Ojy hanya mengangguk untuk meyakinkanku._.

"Hey!! Kalian ngapain disitu??"seru seseorang laki-laki dari arah belakang kami. Dengan segera kami melompat dari atas tembok tersebut dan berlari sekencang-kencangnya tidak memperdulikan si satpam itu mengejar kita atau engga(?).


------


setelah kejadian membolos itu, kami jarang bertemu dan berkumpul, ya kurang lebih seminggu. mumpung ini hari minggu, aku mencoba pergi untuk lari pagi disekitar komplek, siapa tau aja disana ada sahabatku.


-Di Taman-


sudah beberapa jam aku berlari mengelilingi komplek dan aku pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah taman dan duduk di sebuah bangku taman.

"koraann.. Koorraaann..."terdengar suara penjual koran.

"hei, koran sini._."seru seorang bapak yang duduk disebelahku dan membeli koran tersebut.

Aku sempat melirik isi koran tersebut. Dan...............


Di koran itu tertulis "2 orang kakak beradik, putra seorang pengusaha panci tewas dikamarnya karena overdosis,diduga ke dua remaja tersebut frustasi akibat perceraian kedua orang tua mereka. Inisial kedua remaja tersebut adalah MSAG dan MSAM.__."


"MSAG?? MSAM?? Mungkinkah Panci dan Panu?? Ga mungkin! Baru aja 1 minggu kita ga ketemu, dan sekarang ini yang terjadi??"sesalku dalam hati. Aku memutuskan untuk pulang dulu kerumah untuk ganti baju dan mencari kebenaran tentang berita tersebut.



-Di Rumah-



"den, barusan bibi dapat kabar kalo sahabatnya den Kepin, mas Ojy meninggal karena kecelakaan motor saat sedang balapan."Aku kaget. Sudah sering aku mengingatkan Ojy untuk jangan balapan lagi, tapi dia tetep aja ga nurut sama sekali. Dan sekarang akibatnya?? Dia meninggal akibat kecelakaan. Aku tidak percaya ke3 sahabat ku harus dijemput maut secepat itu.


"tadi Panci sama Panu, sekarang Ojy. Gue ga nyangka ya lo semua pergi secepet ini. Lo semua tega ya ninggalin gue disini sendiri, kenapa lo semua ga ngajak gue juga? Keenaapaa? ckck jujur gue marah sama lo semua, tapi percuma kemarahan gue ga bisa bikin lo semua balik kesini."ocehku dalam hati.


2 Hari kemudian, kami berkumpul lagi. Bukan disekolah atau ditempat persembunyian kami, melainkan di pemakaman.


"kamu Kepin kan nak?"tanya seseorang pria yang tak lain adalah Ayahnya Panci dan Panu.

"iya om, ada apa ya om?"tanyaku bingung.

"saya ingin memberikan ini ke kamu nak, di saat terakhirnya, Panci dan Panu minta agar cincin ini diberikan ke sahabatnya yang bernama Kepin."jelasnya seraya memberikan 2 cincin persahatan itu ketanganku.

"oh iya, tante juga nak..."ucap Mama Ojy dan tangannya merogoh tasnya.

"sebelum Ojy pergi buat ikut balapan, Ojy menitipkan ini ke tante. Mungkin dia memang sudah memilik firasat."Mama Ojy memberikan cincin yang sejenis itu kepadaku juga. Aku kembali menatap satu persatu nisan Panci, Panu, dan Ojy yang memang bersebelahan, mungkin nanti aku yang akan mengisi tanah kosong yang disebelah Panci.

"baguss ya lo semua.. Sekarang lo cuma ngasih cincin ini buat salam perpisahan kalian? Dasar ga tau malu! Makanya pake baju!(?) sekarang gue ga tau harus marah atau sedih, perasaan gue udah campur aduk! Dan itu semua karena kalian! Karena hal bodoh kalian!."omelku dalam hati.



2 Bulan kemudian di Lapangan Basket depan Komplek.....



"Kepin... Gue tau lo masih sedih karena kehilangan sahabat lo. tapi please jangan ngebuat diri lo sendiri terpuruk dengan keadaan kayak gini. Masih banyak orang diluar sana yang bisa dijadiin teman, salah satunya mungkin bisa jadi sahabat yang bener-bener membawa lo menjadi orang yang lebih baik. Hanya kita harus jadi pemilih. dan harus lo inget, sahabat yang baik selalu mendorong lo untuk berbuat baik,bukannya menjerumuskan lo ke hal yang negatif"ucap Ipe panjang lebar sambil mengikutin langkah Kepin yang sedang mendrible bola basket dengan sangat lincah. Tapi tiba-tiba Kepin terdiam dan mematung.

"gue yakin, sangat yakin bahwa sahabat yang gue cari sekarang lagi berdiri disini, dilapangan ini, disamping gue, dan memberikan gue semangat saat ini."batinku.

"thanks ya Pe._."ucapku. Ipe mengangguk dan tersenyum. Kami terdiam sesaat.

"Pe, lo masih marah ya sama gue karena soal bros yang waktu itu?"tanyaku. Ipe menatapku lalu menggegelengkan kepalanya.

"engga kok. Lagipula masih bisa dibenerin."jawab Ipe. mataku menatap langit yang dihiasi gumpalan awan-awan putih(?) seakan-akan memberikan petunjuk untukku.

"Oh iya. Pe, gue mau minta tolong sama lo. Tunggu sebentar ya." Ku langkahkan kaki ku ke pinggir lapangan untuk mengambil tasku. Ipe masih terdiam ditengah lapangan, dengan tatapan bingung.

"gue hitung sampe 3, lo lempar cincin ini ya."suruhku sambil memberikan cincin persahabatan antara aku,Panci,Panu,dan Ojy.

"lo mau berusaha ngilangin kenangan lo sama sahabat-sahabat lo? Kenapa lo engga ngejaganya demi persahabatan kalian."ucap Ipe,sepertinya dia tidak setuju dengan kata-kataku.

"ikutin aja apa kata gue. Gue tau kok yang terbaik buat diri gue."balasku. Ipe hanya mengangguk pasrah.

"1......2........3....."Aku dan Ipe langsung melempar cincin itu ke atas.


Asal tau aja ya, bukannya bermaksud mengubur masa lalu. Kenangan itu cukup kita ukir dalam hati dan dijadikan cerminan untuk masa depan.

Dan kini aku menemukan sahabat baru yang lebih baik, yap Ipe adalah sahabat baruku. Sahabat yang mungkin engga akan menjerumuskanku pada hal-hal yang kurang baik.......


Yeaah cerpen nya selesai juga._. 63M83L b3uUdD Y4Ch??-_- yasudah lah._. Oke see

6 komentar: