Senin, 04 Juli 2011

Misteri Rumah di Ladang Jagung Part 1 -CerbungParodi-

-Misteri Rumah di Ladang Jagung Part 1-



hallo B) ibu-ibu, bapak-bapak, semua yang ada sini *ngebor* ehem oke abaikan yang tadi. Disini gue mau coba buat cerbung bergenre horror, cerbung ini sebenarnya terinspirasi dari cerbung ICL yang ada di NING._.v tapi ga tau deh feel nya dapet atau engga._.v oke tanpa banyak bacot, takutnya dibacok, mari cekidot._.v




"Sha, lo inget rumah yang dibeli almarhum papa waktu lo umur 12 tahun kan??"tanya Panci.

"ng... Engga terlalu inget sih kak, emang kenapa?"tanya Shasha balik.

"engga, gue cuma keinget aja sama itu rumah, kita kan tinggal disitu cuma setahun, lagipula rumah itu masih punya papa kan?"jelas Panci.

"oh iya, gue baru inget. Rumah yang papa beli di desa itu kan?? Kalo ga salah yang ada ladang jagungnya ya yang dibelakang rumah."kata Shasha. Panci mengangguk.

"gimana kalo kita jalan-jalan kesana?? Mumpung lagi liburan nih."usul Panci.

"boleh tuh kak, tapi.... Masa kita berdua doang?? Ga seru tau kak. Hhmmm gimana kalo gue ajak temen-temen gue?"ucap Shasha.

"hhmmm boleh tuh, suruh temen lo nginep sini aja, besok kita berangkatnya pagi-pagi."suruh Panci. Shasha hanya menggangguk seraya tersenyum lalu mengambil telepon genggamnya yang berada di atas meja. Dengan segera Shasha menelepon beberapa sahabatnya dan menyuruh mereka untuk menginap dirumahnya.


-----


Sekitar pukul 7 malam. Kepin, Dindin, Ojy datang dengan membawa bawaan mereka masing-masing.

"emang kita mau kemana sih??"tanya Kepin seraya menaruh tasnya disofa.

"tapi kan udah gue bilang sipit, kakak gue ngajak kalian buat liburan di rumah papa gue yang udah lama ga ditempatin itu."jelas Shasha.

"hah?? Rumah bokap lo yang dimana??"tanya Ojy.

"yang di desa."jawab Shasha singkat. "jadi kalian ikut engga? Masa iya gue cuma berdua sama kak Panci, ga seru banget."lanjutnya.

"iya kita ikut kok, lagi juga bosen liburan di Jakarta terus haha"ucap Dindin. Shasha tersenyum. Tak berapa lama, Panci pun datang menghampiri mereka berempat yang sedang mengobrol ringan (?).

"heh, kalian udah dateng, jadi ikut nih??"tanya Panci dan duduk disamping Ojy.

"ikut lah Nci lumayan lah buat refreshing.-."jawab Kepin.

"oh yaudah lo semua istirahat aja sana. Dindin, lo tidur dikamar Shasha. Nah lo, cowo cowo blangsak lo semua tidur di kamar gue."suruh Panci. Semuapun mengikuti perintah Panci.


-----


Sekitar pukul 2 dini hari. Shasha terbangun karena ia baru saja mengalami mimpi buruk. Untuk menghilangkan rasa takutnya, Shasha pun mencoba membangunkan Dindin yang sedang tertidur lelap di sampingnya.

"Din.. Dindin.. Bangun.."lirih Shasha. Dindin pun bangun.

"ada apa Sha?"tanya Dindin setengah sadar.

"gue tadi mimpi Din, tapi aneh banget."jawab Shasha.

"mimpi aneh?"tanya Dindin engga yakin. Shasha hanya mengangguk.

"iya, gue ngeliat peristiwa pembunuhan di mimpi gue, pokoknya ngeri banget deh Din. Ada seorang anak kecil yang dadanya tusuk sampai berkali-kali, dan ada seorang perempuan kira-kira dia seumuran dengan kita yang dilempar dari atap rumah.gue.... Gue ga tau dan ga kenal sama sekali mereka"jelas Shasha. Dindin terkaget.

"maksud dari mimpi lo apa Sha??"tanya Dindin takut.

"gue... Gue engga tau Din."jawab Shasha lemas. Mereka terdiam sejenak...

"udah lah Sha, mungkin itu cuma mimpi buruk lo aja, lebih baik kita tidur lagi yukk."ucap Dindin mencoba menenangkan Shasha. Shasha masih terdiam, dia masih memikirkan mimpi yang dia alami tersebut. ya menurut Shasha mimpi itu seperti nyata, bukan tanpa sengaja seperti mimpi-mimpi yang lain(?).

"Sha.. Udah jangan dipikirin lagi.."tegur Dindin. Shasha tersadar dari lamunanya.

"eh, iya Din.."ucap Shasha, dan mencoba untuk memasuki alam mimpinya kembali.



-Keesokan Harinya-


"Ma, kita berangkat dulu ya.."Pamit Shasha pada Bu Sartini,Mamanya Panci dan Shasha.-.

"kalian yakin engga mau di antar Pak Solihin._."tawar Bu Sartini.

"engga usah Ma, biar Panci aja yang bawa mobil, Mama baik-baik ya dirumah."kata Panci dan mendekati mobilnya yang sudah terparkir rapi di halaman rumahnya.

"yasudah hati-hati ya.."pesan Bu Sartini. Panci hanya tersenyum. lalu masuk ke dalam mobil yang didalamnya sudah terdapat Shasha, Ojy, Kepin, Dindin.


"Dari sini ke Desa berapa lama Nci??"tanya Dindin.

"kira-kira kita baru sampai sana nanti malam."jawab Panci.

"heh? buset jauh amit."komentar Ojy. Tiba-tiba Panci menghentikan mobilnya.

"lho, kenapa berhenti kak?"tanya Shasha yang baru saja sadar kalo Panci menghentikan mobilnya.-.

"kayaknya kita harus lewat jalan lain deh."kata Panci seraya menunjuk ke arah depan.

"hah?? Gilaa rame banget disitu. Ada kecelakaan kayaknya."kata Dindin.

"ada jalan lain ga Nci?"tanya Kepin.

"ada, tapi lebih jauh. Kemungkinan besok pagi kita baru sampai disana."ucap Panci. Panci mulai memacu mobilnya ke jalan lain.

"oh iya, kita nanti ngelewatin hutan lho."ucap Panci mengingatkan.

"hah?? Hutan?? hmm Nci, emang ga ada jalan lain apa, selain lewat hutan?"tanya Dindin. Panci hanya menggeleng.

"yaahh.."terdengar nada kecewa dari Dindin.

"emang kenapa sih Din?"tanya Ojy.

"horror aja gitu kayaknya, malem-malem lewat hutan."jawab Dindin. Ojy tertawa kecil.

"ga bakal ada apa-apa kok. Tenang aja"kata Ojy menenangkan Dindin.

"Sha, sekarang jam berapa?"tanya Kepin.

"masih jam 12, emang kenapa?? Muka lo minta dijejelin makanan tuh.-."jawab Shasha sedikit meledek.

"hehe tau aja.-. Nci, makan dulu yukk, gue laper nih."ajak Kepin.

"oke. Mumpung masih di daerah rame, kita makan siang dulu."kata Panci. Panci memarkirkan mobilnya tepat didepan sebuah rumah makan. Mereka berlima pun makan disana. beberapa menit kemudian, semua siap melanjutkan perjalanan. Jalan yang mereka lalui sekarang sudah cukup sepi. Hanya ada beberapa mobil yang masih berkeliaran disepanjang jalan (?). Jam tangan Shasha pun sudah menunjukan pukul 18.00 tepatnya jam 6 sore. Matahari sudah letih memancarkan sinarnya. Sepertinya sebentar lagi tugasnya akan digantikan dengan sang bulan.


"Nci, lo udah capek ya?? Sini deh gantian gue yang nyetir."kata Ojy. Panci hanya mengangguk. Ia memberhentikan mobilnya di pinggir jalan raya. Dengan segera Ojy menggantikan posisi Panci dibangku pengemudi.-. Sekitar pukul 8 malam, mereka sudah memasuki kawasan hutan. Suara gorilanya panci pun mulai terdengar (?).

"kak Panci, masih lama ya nyampenya?"tanya Shasha.

"kan gue bilang tadi kita sampe sana, kayaknya pagi, lo kemana aja sih makanya kuping dipasang -,-"kata Panci.

"makanya kalo punya idung dipasang (?)"ledek Shasha. Panci langsung melirik sinis. Sedangkan Shasha hanya cekikikan (?).

"elo sih Sha, galau terus (?)"Kepin pun ikut-ikutan ngeledek -_-

"apa hubungannya coba -,-"ujar Shasha.

"karena idungnya Panci mendelep (?)"Panci yang merasa tersungging eh tesinggung hanya cemberut.-.v ketika yang lain sedang asik bercanda, tiba-tiba saja Ojy dengan spontan mengerem.

"aww... Ada apa sih Jy??"tanya Dindin yang sedari tadi tertidur.

"tadi.. Tadi ada seorang perempuan lewat dan ga sengaja gue nabrak tuh orang."cerita Ojy dan langsung menutup mukanya dengan telapak tangannya.

"hah?? Nabrak orang??"tanya Panci ga percaya. Ojy hanya mengagguk. tiba-tiba Kepin turun dari mobil. dengan cepat yang lain pun juga ikut menyusul Kepin.

"mana Jy?? Ga ada apa-apa kok"ucap Kepin melihat sekeliling hutan tersebut.

"tapi tadi gue ngerasa nabrak cewe disini Pin."ucap Ojy yakin.

"tapi coba lo liat disekeliling lo, ga ada siapa-siapa Jy, cuma pepohonan, lagi pula mana ada orang apalagi cewe yang lewat hutan jam segini. Aneh-aneh aja lo. Mungkin itu cuma halusinasi (bener engga sih? -,-v) lo doang"ujar Kepin. Shasha hanya diam, matanya terus menatap lurus kearah sudut hutan (?) dia melihat seorang perempuan berambut panjang mengenakan daster batik putih(?), wajahnya pucat. Walaupun Shasha tidak melihatnya dengan jelas karena suasana hutan yang gelap tapi dia bisa merasakan ada yang beda dari perempuan itu.

"Sha.."panggil Dindin. Shasha pun mengedarkan pandangannya kearah Dindin.

"apa Din??"tanya Shasha.

"lo kenapa sih?? Aneh banget. Udah ayo kita jalan lagi."kata Panci dan kembali ke dalam mobil. Shasha kembali mengedarkan pandangannya ke arah dimana perempuan tersebut berada dan ternyata.......... Perempuan yang tadi dilihat Shasha pun sudah tidak ada ditempatnya.-. Shasha pun menggelengkan kepalanya, mencoba melupakan kejadian tadi. Aah mungkin hanya imajinasi ku saja, pikirnya.



Waaww part 1 udah selesai!! Maaf ya kalo jelek u,u masih ada beberapa tokoh lagi yang belum nongol.-.v jadi tungguin aja distasiun gambir (?). Sekian dari saya, wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar