Hallo B) saya datang membawa part 2. Sekali lagi maaf kalo jelek. oke tanpa banyak bacot, mari cekidot :3
tepat pukul 4 dini hari (subuh), mereka sampai di sebuah rumah semacam villa yang tidak terurus.
"lo yakin Nci, ini rumahnya?"tanya Kepin.
"iya, ini rumahnya, nah itu dihalaman belakangnya ada ladang jagung."jawab Panci.
"Nci emang rumah segede ini ga ditempatin gitu, ya bisa dibilang di sewain gitu?"jawab Dindin.
"dulu ada kok yang nempatin nih rumah, cuma tiba-tiba penghuninya entah ga tau kemana."jelas Panci.
"hah?? Maksudnya ngilang gitu??"tanya Ojy.
"ya bisa dibilang gitu."jawab Panci sekenanya.
"oh iya, gimana kalo kita tidur dimobil aja dulu, ga mungkin kan kita tidur di dalam rumah itu pasti berantakan banget."usul Shasha.
"oke, kita tidur dimobil sekalian nunggu benar-benar pagi (?)."suruh Panci. Mereka pun menurut dan tidur didalam mobil.-.
"Cit cit cit cit cuit cit cit cit cuit burung bernyanyi (?)"kicau burung pun membangunkan mereka.
"udah jam berapa nih?"tanya Kepin setengah sadar.
"jam setengah delapan."jawab Shasha. Ia keluar dari mobil, yang lain pun mengikuti.
"kak, lo bawa kunci nya engga?"tanya Shasha. Panci hanya mengangguk lalu membuka pintu.
"ngekk!(?)" Panci dan yang lainnya masuk. Di dalam sangat kotor dan banyak debu.
"ihh, kotor banget."seru Dindin.
"kayaknya kita harus ngebersihin nih rumah."ucap Ojy.
"iya, mau engga mau harus."kata Kepin. Tiba-tiba saja, ada yang datang dan mengetuk pintu.
"tok.. Tok.. Tok.. Petok.. Petok..(?)"mereka pun kaget. Munculah seorang cowok.
"hallo.."sapa cowok itu.
"hallo, lo siapa?"tanya Panci.
"gue Niel, gue tinggal di rumah sebelah. Oh iya, kalian siapa?tanya Niel.
"gue Panci, dan ini adek gue Shasha. Kita berdua pemilik rumah ini"jawab Panci. Shasha hanya tersenyum.
"oh, kalian anak Pak Sutisno?._."tanya Niel. Panci hanya mengangguk.
"lo kenal sama bokap gue?"tanya Shasha.
"iya, dulu keluarga gue ngurusin ladang jagung punya keluarga lo."jawab Niel. Niel pun mengalihkan pandangannya ke Kepin, Ojy, dan Dindin.
"oh iya, Hai gue Kepin, ini Ojy, dan Dindin."ucap Kepin. Niel hanya mengangguk dan tersenyum.
"Kalian mau nginap disini?"tanya Niel ga yakin.
"iya, makanya kita mau beres-beresin dulu."jawab Shasha.
"hati-hati aja ya."ucap Niel. Panci mengerutkan keningnya.
"maksud lo??"tanya Panci tidak mengerti. Niel terdiam sejenak, lalu menghembuskan nafas panjang(?).
"dirumah ini ada hantu nya."jawab Niel singkat.
"hah?? hantu? Jangan nakut-nakutin deh."elak Ojy.
"bener, gue pernah liat ada yang ngelempar seseorang dari atas atap rumah ini. Dan waktu gue cek, ga ada siapa pun. selain itu kadang-kadang gue dengar suara tangisan anak kecil gitu. Kalo ga percaya, tanya orang-orang sekitar sini aja, mereka pernah ngalamin kejadian yang sama."cerita Niel.
"persis banget sama mimpi gue."gumam Shasha.
"mimpi?? Maksud lo Sha??"tanya Kepin.
"jadi gini, malam harinya sebelum kita berangkat, si Shasha mimpi, dan dimimpi dia, dia ngeliat ada anak yang seumuran kita dilempar dari atap rumah ini."cerita Dindin.
"mimpi lo sama persis sama kejadian yang pernah terjadi dirumah ini."ucap Niel. Mereka pun terdiam sejenak. Dindin yang agak ganjil melihat suasana seperti ini, langsung angkat bicara dan mengalihkan topik pembicaraan.
"hhmm Niel, lo disini tinggal sama siapa aja??"tanya Dindin.
"sama nyokap dan adek gue, bokap gue kerja di luar kota."jawab Niel.
"adek?? cewe atau cowo?? Umurnya berapa?"tanya Shasha.
"cewe, ya umurnya masih 14 tahun, kalian mau ketemu?? mampir kerumah gue yukk.."ajak Niel. Tanpa ba bi bu be bo (?) mereka menerima ajakan Niel.
"masuk yukk.."ajak Niel. tiba-tiba saja, keluarlah sosok
"ka Niel, kemana aja sih?? Kok lama banget?"tanya perempuan itu.
"Kakak tadi abis dari rumah Pak Sutisno, oh iya nin, kenalin ini Panci dan Shasha, mereka anak Pak Sutisno. Dan ini Kepin, Ojy, dan Dindin, mereka teman Panci dan Shasha."ucap Niel. Perempuan itu tersenyum.
"haii.. Gue Senin." sapa perempuan itu yang bernama Senin
"Ibu mana Nin??"tanya Niel.
"itu dihalaman belakang.."jawab Senin.
"oh iya, kalian duduk aja dulu. Gue mau manggil Ibu gue dulu."ucap Niel. "Nin, temenin mereka ya.."lanjutnya. Senin hanya mengangguk.
"Senin, itu ladang jagung yang disamping rumah lo, punya lo ya??"tanya Dindin untuk mencairkan suasana.
"iya"jawab Senin singkat.
"Subur-subur ya haha"komentar Dindin.
"oh iya, gue ke dapur dulu ya, mau ambil minum dulu."Senin pun bangkit dari kubur kursi, dan berjalan kearah dapur. Selang beberapa
"maaf ya, adanya cuma ginian aja.."ucap Senin, lalu kembali duduk disamping Dindin.
"ga apa-apa kok, makasih ya.."kata Ojy. Senin mengangguk seraya tersenyum. Kemudian datanglah Niel dengan seorang wanita paruh baya yang sudah bisa ditebak kalau wanita itu adalah Ibunya Niel.
"Pagi tante.."sapa Shasha.
"pagi.."sapa Ibu Niel balik.
"kalian mau menginap dirumah itu?? Dan membereskan rumah itu??"tanya Ibu Niel.
"iya tante. Sudah kurang lebih 4 tahun kita engga kesini lagi. Papa udah engga ada, dan kata Mama, saya yang harus mengurus semua aset milik Papa."jelas Panci. Ibu Niel pun terkejut.
"maksud kamu, Pak Sutisno sudah meninggal?"tanya Ibu Niel. Shasha mengangguk.
"Ibu turut berduka cita ya nak."kata Ibu Niel. Panci dan Shasha tersenyum.
"makasih Bu."ucap Shasha.
"hmm, sepertinya kita harus cepat-cepat balik kerumah Bu, kita mau cepat-cepat membersihkan rumah itu."ujar Kepin.
"ohh, iya. Kalau kalian butuh bantuan jangan sungkan ya."ucap Ibu Niel. Mereka berlima pun pamit balik ke rumah.
"oke. Sekarang kita mulai beres-beres!"seru Panci. Mereka pun mulai membersihkan beberapa ruangan dirumah itu.
-Pukul 2 siang di ruang tamu-
"huh.. Capek nya.."keluh Dindin. Mereka semua pun berkumpul di ruang tamu.
"tok tok tok.. Petok.. Petok (?)"seseorang mengetuk pintu. Ojy pun membukakan pintu,Ternyata orang itu adalah Niel dan Senin yang datang dengan membawa makan siang.
"lho, kalian ngapain kesini?"tanya Ojy heran.
"kita kesini mau nganterin makan siang buat kalian, ini Ibu yang nyuruh lho."jelas Senin.
"yaudah yukk masuk."kata Ojy mempersilahkan Niel dan Senin untuk bergabung bersama mereka.
"maaf ya Niel, Senin, kita jadi ngerepotin gini."ucap Shasha.
"ga apa-apa kok, yaudah kalian makan aja dulu. Pasti kalian capek kan."kata Niel. Akhirnya mereka pun makan bersama._.
-Malam Harinya-
"oke, Shasha lo sekamar sama Dindin. Dan kita cowo-cowo, bertiga."kata Panci. Yang lainpun hanya mengangguk tanda mengerti. Mereka pun masuk kekamar yang sudah ditentukan Panci dan beristirahat.
-Sekitar Pukul 11 Malam-
"aduhh gue engga bisa tidur, gimana dong?.-. Hmmm keluar aja deh."Shasha pun beranjak dari kasurnya dan berjalan keluar kamar dengan hati-hati agar Dindin tidak terbangun. saat di luar kamar, ternyata sudah ada Ojy dan Kepin sedang duduk di sofa yang ada didekat jendela lantai 2.
"Haii.."sapa Shasha. Kepin dan Ojy menoleh.
"haii Sha.."sapa balik Kepin dan Ojy.
"lo berdua ngapain disini?"tanya Shasha seraya duduk disamping Ojy.
"lah, lo sendiri ngapain disini??"tanya balik Kepin.
"gue ga bisa tidur."jawab Shasha santai.
"kita juga sama."kata Ojy.
"oh, daripada kita bengong mending kita ngobrol-ngobrol aja disini."usul Shasha. Ojy dan Kepin hanya mengangguk. Mereka memulai obrolan mereka. Mereka bercerita satu sama lain. Terkadang disetiap obrolan mereka diselingi candaan.
"oh iya, hhmm Sha, gue mau tanya... Tentang...."Kepin menggantungkan kalimatnya.
"tentang apa?"tanya Shasha penasaran.
"tentang...... mimpi lo."ucap Kepin ragu-ragu. Shasha terdiam.
"hmm gue...... gue juga engga tau, maksud mimpi gue. Yang jelas mimpi gue sama banget kayak........"belum selesai Shasha bercerita, tiba-tiba sebuah suara mengejutkan mereka bertiga. Dengan refleks Shasha, Kepin, dan Ojy berdiri dan melihat kearah jendela. Terlihat siluet seperti seseorang yang jatuh dari atap._.
"Pin, suara apaan itu??"tanya Ojy.
"ga tau Jy?.kita cek nih??"kata Kepin. Shasha dan Ojy saling pandang, dan dengan cepat mereka mengangguk tanda setuju. Mereka bertiga pun keluar dari rumah dan berjalan menuju sumber suara itu berasal.
"gue yakin tadi ada yang jatuh ke sini."ucap Kepin.
"iya, gue juga Pin. Tapi kenapa engga ada apa-apapun disini."kata Ojy. Shasha terdiam menatap sesosok gadis kecil yang berjalan ke arah halaman belakang rumah. Kepin dan Ojy yang baru saja melihat hanya bisa menganga.
"Pin..... Anak itu..."Shasha menggantungkan ucapannya.
"iya Sha.. hantu atau bukan sih?"tanya Kepin ngeri.
"ssttt... Lo berdua tenang dulu."ucap Ojy. Kemudian Ojy maju satu langkah. Dan.....
"hay..."seru Ojy. Yap, Ojy menyapa gadis kecil itu. seketika itu juga, gadis itu berhenti lalu menoleh kearah Shasha, Kepin, dan Ojy. betapa terkejutnya mereka melihat sebuah pisau menancap dengan kokoh di dada gadis kecil itu!!!
Kkkyaaaa part 2 nya selesai. Maaf kalo masih jelek, dan tambah jelek._.v kita ketemu di part 3 ya :3 see you next part :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar